ZMedia

Jenis-jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya: Gempa Bumi Tektonik

Berita ambon Berita maluku
Selasa, 07 Mei 2024
Jenis-jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya: Gempa Bumi Tektonik


Migranews.org - Bencana alam merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi, salah satunya adalah gempa bumi. Gempa bumi merupakan getaran atau guncangan bumi yang disebabkan oleh pergerakan kerak bumi. Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah gempa bumi tektonik. Gempa bumi tektonik terjadi akibat pergerakan lempeng bumi yang saling bertabrakan, saling menjauh, atau bergeser. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis gempa bumi ini, silakan lanjutkan membaca.

Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik dan vulkanik merupakan fenomena alam yang melepaskan energi dalam jumlah besar, menyebabkan getaran dan pergeseran pada permukaan bumi.

Gempa bumi tektonik terjadi akibat pergerakan lempeng bumi, sedangkan gempa bumi vulkanik disebabkan oleh aktivitas vulkanik seperti letusan atau pergerakan magma.

Apa perbedaan utama antara kedua jenis gempa bumi ini? Tektonik melibatkan pergeseran lempeng, sementara vulkanik berkaitan dengan aktivitas gunung berapi.

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Migranews.org

Definisi Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik terjadi akibat pergerakan lempeng bumi yang saling bergesekan, menumbuk, atau saling menjauh.

Gempa ini dapat melepaskan energi dalam jumlah besar dan menyebabkan kerusakan yang parah.

Berbeda dengan gempa bumi tektonik, gempa bumi vulkanik terjadi akibat aktivitas gunung berapi, seperti letusan atau runtuhan kubah lava.

Penyebab Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik terjadi ketika lempeng-lempeng bumi yang besar saling menekan, bertabrakan, atau bergeser, melepaskan energi dalam bentuk gelombang seismik. Sebaliknya, gempa bumi vulkanik terkait dengan aktivitas gunung berapi, dan disebabkan oleh pergerakan magma atau gas di bawah permukaan bumi. Gempa bumi mana yang lebih kuat dan merusak? Itu tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan jenis patahan yang terlibat, serta kedalaman gempa bumi.

Ciri-ciri Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik, terjadi akibat pergeseran lempeng bumi yang saling bertumbukan, bergeseran, atau saling menjauh.

Getarannya biasanya kuat, terasa meluas, dan dapat memicu tsunami. Sebaliknya, gempa bumi vulkanik disebabkan oleh aktivitas gunung berapi, umumnya terjadi di sekitar gunung tersebut.

Getarannya biasanya lebih terlokalisir, getarannya lebih kecil dan tidak jarang disertai letusan atau emisi gas.

Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik merupakan salah satu jenis gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi.

Gempa bumi ini terjadi ketika magma bergerak di bawah permukaan bumi, menyebabkan tekanan pada batuan di sekitarnya.

Hal ini dapat memicu patahan pada batuan, menghasilkan getaran yang dirasakan di permukaan.

Gempa bumi vulkanik biasanya terjadi di sekitar gunung berapi yang masih aktif atau baru saja mengalami letusan.

Definisi Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik adalah getaran permukaan bumi yang diakibatkan oleh aktivitas magmatik di dalam gunung api. Fenomena ini terjadi akibat pergerakan magma atau gas vulkanik yang menekan dinding kawah atau retakan di sekitar gunung api. Gempa bumi vulkanik umumnya memiliki magnitudo kecil dan terlokalisir, namun dapat berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Aktivitas ini dapat menjadi tanda aktivitas vulkanik yang akan datang, sehingga penting untuk memantau dan menginterpretasikan gempa bumi vulkanik secara cermat.

Penyebab Gempa Bumi Vulkanik

Tahukah kamu bahwa gempa bumi vulkanik terjadi karena aktivitas gunung api?

Gempa bumi ini disebabkan oleh pergerakan magma atau cairan panas di dalam gunung api.

Magma yang bergerak menyebabkan tekanan di dalam perut bumi, yang kemudian dilepaskan dalam bentuk getaran.

Getaran inilah yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Umumnya, gempa bumi vulkanik terjadi pada saat gunung api sedang aktif atau meletus.

Ciri-ciri Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik merupakan fenomena alam yang sering terjadi akibat aktivitas vulkanik. Memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis gempa lainnya. Ciri-cirinya antara lain:

  1. Terjadi di dekat gunung berapi aktif: Biasanya terjadi pada jarak kurang dari 10 km dari kawah gunung berapi.
  2. *Magnitudo kecil: Umumnya memiliki magnitudo di bawah 5,0.
  3. *Durasi pendek: Getaran berlangsung singkat, biasanya hanya beberapa detik hingga beberapa menit.
  4. *Frekuensi tinggi: Getaran yang dihasilkan berfrekuensi tinggi, sehingga terasa bergetar dan bergemuruh.
  5. *Gelombang seismik dominan: Didominasi oleh gelombang P dan S dengan amplitudo tinggi dan durasi pendek.

Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi runtuhan adalah bencana alam dahsyat yang dipicu oleh aktivitas gunung berapi. Saat magma bergerak di bawah permukaan, gas yang terperangkap mengembang dan menciptakan tekanan. Ketika tekanan ini melebihi kekuatan batuan di atasnya, terjadilah runtuhan. Gempa bumi ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah, termasuk runtuhnya bangunan, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur. Sebagai contoh, letusan Gunung St. Helens pada tahun 1980 menghasilkan gempa bumi runtuhan besar yang menyebabkan kerusakan senilai miliaran dolar. Untuk meminimalisir dampaknya, sistem peringatan dini dan mitigasi risiko sangat penting untuk memprediksi dan mengurangi potensi kerugian.

Demikianlah ulasan mengenai jenis-jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya, yaitu gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu tentang fenomena alam yang dapat menimbulkan dampak besar.

Nantikan artikel-artikel menarik lainnya di website kami. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman kamu agar mereka juga bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat.

Terima kasih.